Heboh Orang Mati sebelum Mati


Abu Hamid Al-Ghazali, atau yang lebih dikenal sebagai imam al-Ghazali, adalah ulama besar pada masanya. Sebagai seorang profesor dan juga guru besar di madrasah Nidhamiyah yang ia dirikan itu, beliau terbiasa melewatkan hari-harinya dengan mengajar para mahasiswa, disamping aktif menulis berbagai thema hukum (fikih) dalam madzhab syafiie.

Dari buah pikir Beliau telah lahir ratusan karya-karya yang sampai hari ini dipelajari umat manusia di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, salah satu karyanya yang paling fenomenal adalah Ihya Ulumiddin. Kitab yang terdiri dari beberapa jilid ini hingga sekarang masih dipelajari di berbagai perguruan tinggi hingga pondok-pondok pesantren di seluruh Nusantara.

Tersebutlah pada Suatu hari, seperti biasa setalah mengajar, beliau melaksanakan aktifitas menulisnya berkaitan dengan persoalan-persoalan fikih (hukum) kontemporer.. Dalam kitab yang sedang ia tulis, thema pembahasan yang ia bahas saat itu memasuki pasal Nifas. Sebuah pasal dalam ilmu fikih yang menjelaskan hukum-hukum darah wanita yang habis melahirkan.

Sedemikian seriusnya beliau mencurahkan titik perhatiannya sehingga saat memasuki waktu shalat pun pemikiran beliau tak bisa lepas dari persoalan-persoalan itu. Menjelang takbiratul ikhram untuk memulai shalatnya, tiba-tiba beliau ditegur oleh adiknya Ahmad al-Ghazali.

“Laknat Allah akan menimpa orang yang shalat dengan membawa darah yang kotor di hadapan Allah..”

Sang imam tertegun. Hatinya bertanya-tanya. Dari mana adiknya itu tahu apa yang saat itu ia fikirkan ketika hendak memulai shalatnya. Keheranannya ini membuat ia bertanya pada sang adik Ahmad al-Ghazali yang juga seorang ulama sufi.

“Darimana engkau belajar ilmu yang seperti ini? tanya Abu Hamid Al-Ghazali pada sang adik.

Ahmad menjawab;
“Dari seorang mursyid yang bernama fulan bin fulan” (Mursyid = guru spiritual yang mengajarkan para pengikutnya jalan-jalan tasawwuf)

Setelah peristiwa itu, Abu Hamid al-Ghazali mencari orang yang dimaksud sang adik. Cukup mengagetkan bahwa ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan adiknya ternyata hanyalah orang biasa yang berprofesi sebagai pedagang kecil di sebuah pasar. Secara dzahir ia tidak tampak seperti seorang Syeikh atau ulama… Tak ada sorban yang melilit seperti ban radial dan sebagainya… Hanya orang biasa seperti kebanyakan para pedagang pasar di sana.

Dont judge the book by its cover… Itulah yang dilakukan Abu Hamid.. Penampilan sang “calon guru” tidak menyurutkan niat beliau sehingga Abu Hamid al-Ghazali pun tak segan meminta agar orang tersebut berkenan mengajarinya ilmu-ilmu “ketuhanan”.
Hanya saja orang tersebut menolak Abu Hamid.

Keesokan harinya Abu Hamid datang kembali dengan maksud yang sama, dan hasilnya ia masih tetap ditolak. Begitu seterusnya hingga berkali-kali tanpa bosan ia meminta sehingga akhirnya orang tersebut mau menerima Abu Hamid dengan beberapa syarat.

Di antara syarat yang harus Abu Hamid penuhi adalah ia harus mencukur botak rambutnya separuh bagian, yaiti hanya di sebelah sisi kanan. Sedangkansebelah kirinya tetap ditumbuhi rambut. Selain itu Abu Hamid juga mendapatkan syarat yang lain. Yaitu beliau diwajibkan menyapu pasar dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

Bagi kita yang hidup di era modern seperti sekarang, mungkin inilah yang disebut IRONI.
Seorang profesor terkenal, maha guru dan ulama besar ilmu fikih yang memiliki status sosial dan kedudukan terhormat tiba-tiba harus mencukur sebelah rambutnya dengan model yang aneh dan menyapu seisi pasar dua kali sehari tanpa upah dan kepastian waktu kapan akan berakhir.
Tapi Abu Hamid menjalankan syarat ini dengan penuh suka cita. Beberapa mahasiswa dan orang-orang yang mengenal dirinya cukup terkejut mendapati Ulama besar ini berada di pasar dengan keadaan yang sedemikian rupa. Aneh dan tampak mengenaskan..

Selang beberapa waktu setelah menjalankan syarat tersebut, mulailah Sang Profesor belajar pada sang pedagang pasar tentang hakikat kesufian.. Belakangan barulah diketahui mengapa sang pedagang mengajukan syarat yang demikian pada Abu Hamid.

Berikut ini adalah penjelasannya;

Pertama Adapun rambut yang dibabat habis hanya di bagian kanan adalah symbol bahwa Petunjuk Allah (Nurrullah) datang kepada manusia selalu melalui jalan sebelah kanan, atau dari bagian depan (dada), dan juga dari atas (kepala). Sedangkan hasutan setan dan iblis yang mengajak manusia pada jalan kesesatan, mendatangi manusia dari arah kiri, atau belakang, dan juga bagian bawah (kaki).

Ini berlaku pada siapa saja termasuk kita-kita, jika anda kebetulan melaksanakan shalat pada saat lampu dimatikan, kemudian anda merasa ada seseorang atau “yang lain” berdiri di belakang anda, maka bisa dipastikan bahwa ia adalah setan dari golongan jin yang sedang berusaha mengganggu shalat anda.

Kedua . Adapun halnya mengapa Abu Hamid disyaratkan menyapu seluruh pasar tak lain adalah; karena berangkat dari sebuah tujuan bahwa untuk mendekati Allah, bertemu dengan-Nya, serta menjalin keakraban bersamanya tak dapat dilakukan oleh orang yang memiliki ego yang tinggi. Beliau, Abu Hamid, seorang pendiri madrasah Nidhamiyah, seorang ulama dan penulis besar pada zamannya, diperintahkan menyapu pasar untuk mengalahkan egonya sendiri karena ego manusia seringkali menjadi hijab antara dirinya dengan Allah.

Allah Maha Besar, sedangkan manusia dan makhluk-makhluk lainnya adalah kecil dan nyaris tak berarti..
Seorang yang sombong, angkuh, takabbur, tak akan pernah bisa mendekatkan dirinya dengan Allah dan menjalin keakraban denganNya apalagi dapat meraih cintaNya jika ia belum lagi mampu mengalahkan egonya sendiri.. Dan dalam dunia sufi (tasawwuf).. inilah yang disebut ; “Mati sebelum Mati”

——————————–
Catatan ini sekadar untuk mengingatkan saya yang masih terus belajar untuk bisa mengalahkan ego sendiri, membuang jauh-jauh kesombongan, serta tak lelah berusaha meraih cinta_Nya… Doakan saya yang dhaif ini … Terimakasih…(Dari catatan FB seorang sahabat)

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

2 Responses to Heboh Orang Mati sebelum Mati

  1. dot says:

    Permohonan diterima, Siap laksanakan…

  2. Agus Purwoko says:

    Mohon ijin mengamankan posisi pertama?
    Pelajaran yang sangat berharga, sukses slalu buat anda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: