Hikmah dibalik haramnya bangkai


Bunga Bangkai

Bunga Bangkai

Semuanya telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya. Alangkah nikmatnya manusia yang masuk kedalam agamaNya, tak hanya tentang ibadah hablum minallah, namun ibadah hablum minannas pun dikupas tuntas tanpa sedikitpun terlewatkan.
Akan tetapi, adalah menjadi sifat dasar manusia yang pelupa dan suka menebar kesalahan. andai saja setiap muslim menjalankan semua yang ada dalam Al Qur’an dan Sunnah – sunnah nya, sudah pasti negeri dunia ini akan lebih aman, tentram, makmur penuh limpahan kasih sayang Nya dan pengampunanNya.
Sekali lagi manusia, meskipun mereka minta di tunjukkan jalan yang lurus “ihdinaashirotol mustaqin” namun kesalahan tak pernah lepas dari jiwanya. seperti pendahulunya, Adam A.S. yang meskipun di tunjukkan jalan yang lurus (larangan memakan buah Khuldi) namun, larangan tinggalah larangan, melanggarnya demi nafsu adalah (seakan – akan) segala – galanya.
Demikian tak berbeda dengan yang satu ini. meski Allah telah menunjukkannya, namun sekali lagi manusia suka melanggarnya.
Berikut ini beberapa hal yang membuat bangkai diharamkan.

1) Pertama kali haramnya makanan yang disebut oleh ayat al-Quran ialah bangkai, yaitu binatang yang mati dengan sendirinya tanpa ada suatu usaha manusia yang memang sengaja disembelih atau dengan berburu.

Hati orang-orang sekarang ini kadang-kadang bertanya-tanya tentang hikmah diharamkannya bangkai itu kepada manusia, dan dibuang begitu saja tidak boleh dimakan. Untuk persoalan ini kami menjawab, bahwa diharamkannya bangkai itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali:

a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan menganggapnya kotor. Para cerdik pandai di kalangan mereka pasti akan beranggapan, bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan yang rendah yang dapat menurunkan harga diri manusia. Oleh karena itu seluruh agama Samawi memandangnya bangkai itu suatu makanan yang haram. Mereka tidak boleh makan kecuali yang disembelih, sekalipun berbeda cara menyembelihnya.

b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh hal, sehingga tidak ada seorang muslim pun yang memperoleh sesuatu atau memetik buah melainkan setelah dia mengkonkritkan niat, tujuan dan usaha untuk mencapai apa yang dimaksud. Begitulah, maka arti menyembelih –yang dapat mengeluarkan binatang dari kedudukannya sebagai bangkai– tidak lain adalah bertujuan untuk merenggut jiwa binatang karena hendak memakannya.

Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu yang dicapai tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya, sebagaimana halnya makan bangkai ini. Berbeda dengan binatang yang disembelih dan yang diburu, bahwa keduanya itu tidak akan dapat dicapai melainkan dengan tujuan, usaha dan perbuatan.

c) Binatang yang mati dengan sendirinya, pada umumnya mati karena sesuatu sebab; mungkin karena penyakit yang mengancam, atau karena sesuatu sebab mendatang, atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang beracun dan sebagainya. Kesemuanya ini tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan, Contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal.

d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia, berarti dengan begitu Ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga, sebagaimana ditegaskan oleh al-Quran.

e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya, tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga mati dan hancur. Tetapi dia harus segera memberikan pengobatan atau mengistirahatkan.

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: