Beli koper Loak dapat Rp. 825 Juta


Koper Tua

Koper Tua

Tak hanya di negeri kita indonesia, di negara sekelas Australia juga terdapat penjual barang – barang bekas atau yang biasa di sebut barang loak. Kejadian yang satu ini sedikit membuat kikuk bagi yang mengalaminya, baik yang membeli maupun yang menjual.

Seperti biasa yang terjadi di toko loak, mereka dapat membeli barang apa saja asal cocok dan pihak penjualpun kadang tak peduli dengan kondisi barang, apakah bekas orang yang memiliki penyakit menular atau milik seorang politikus ataupun pejabat kelas satu. dan tentunya mereka juga tak peduli denga isi yang terdapat dalam berang yang mereka jual belikan, yang penting jika penawaran dan permintaan / harga cocok, bayar dan urusan selesai. namun kali ini kejadiannya sungguh di luar kebiasaan.

Seorang wanita bermaksud membeli sebuah tas koper tua, Tas koper itu sudah terlihat usang, tapi isinya jauh lebih besar dari harga kopernya. Sepasang suami istri yang beruntung membeli koper usang itu di toko barang bekas. Harganya tak seberapa. Pembeli itu pun puas pulang membawa tas. Benar…. setelah dibuka ternyata tas itu ada duitnya dan tak kira-kira jumlahnya: 100 ribu dolar Asutralia atau sekitar Rp 825 juta.

Ternyata uang di dalam koper usang itu merupakan tabungan bekal hidup dari pasangan yang sudah tua dari Beaconsfield, Melbourne. Maksud si empunya ingin menyimpan rapi tabungannya daripada di taruh dibawah bantal. Uang tunai itu dijahit di dalam lapisan kopernya yang sengaja ia pilih dari koper yang tampak sudah lusuh dengan harapan tidak akan membuat curiga jika seandainya ada perampok atau istrinya yang kurang bisa menjaga tabungan sekaligus akan di jadikan surprise kelak di kemudian hari. Hingga akhirnya sang istripun tidak tahu kegiatan suaminya itu. Tanpa merasa curiga apalagi berdosa dia memberikan sukarela koper tersebut kepada toko lokal Salvation Army.

Ketika suaminya tahu isterinya membuat kesalahan fatal, ia bergegas ke toko untuk mencoba mengambilnya. namun ….. Terlambat. Koper itu sudah berpindah tangan.

Koper itu akhirnya dilacak ke beberapa pembeli yang tak ketahuan jati dirinya -yang diketahui cuma seorang wanita berusia 30-an dan seorang pria berusia 40 itu. Mereka membli tas itu dengan membayar menggunakan kartu debit.

Polisi mengatakan, uang itu telah diambil dari tas itu dan telah dimasukkan ke dalam sejumlah rekening bank yang baru dibuka. Sebagian ditemukan, namun seri uang lainnya tak terdeteksi lagi.

Pasangan beruntung yang membeli koper itu nasibnya akan berubah jika ketemu karena dituduh sebagai pencuri berdasarkan pengambilan uang yang bukan haknya.

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: