Konstruksi Pengendali Air yang menjadi Salah satu dari 7 Keajaiban Dunia


Saat mendengar kata “pengendali air”, apa yang terbayang di benakmu? Kalau buat saya, langsung, deh, imajinasi melayang ke salah satu tokoh di film animasi Avatar The Last Airbender, Katara namanya. Tokoh perempuan ini hebat sekali, bisa mengendalikan air. Bayangkan kalau Indonesia punya Katara, pasti tak ada banjir lagi.

Sayangnya, Katara ini cuma tokoh fiktif. Walaupun begitu, kemampuan mengendalikan airnya tidak. Kita juga bisa mengendalikan air, tapi tidak dengan gerakan-gerakan tangan, melainkan dengan teknologi. Di dunia ini, negara mana lagi yang ahli di bidang ini kalau bukan Belanda. Bahkan Amerika Serikat yang demikian adidaya, angkat topi pada Belanda, kalau urusannya dengan pengendalian air (water management).

Sekadar mengingatkan pelajaran geografi semasa sekolah dulu. Belanda adalah wilayah yang dikelilingi air, bahkan lebih dari sepertiga wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Itu sebabnya, bahaya yang dihadapi Belanda, berkaitan dengan air, bukan cuma banjir karena hujan badai. Pun karena luapan air laut. Keadaan demikian, kemudian membuat Belanda terus berusaha menemukan inovasi-inovasi baru untuk menciptakan senjata ampuh, dalam mengendalikan air.

Delta Works; Keajaiban Konstruksi di Dunia Modern

Berbagai inovasi yang terus dikembangkan Belanda, akhirnya membawa negara kincir angin ini jadi kiblat dalam urusan pengelolaan air di dunia. Pembangunan termodern yang sedang dilakukan adalah mega proyek Delta Works. Proyek ini terdiri dari rangkaian pembangunan bendungan dari Selatan ke Utara Belanda.

Pembangunan ini dimulai tahun 1950. Sebenarnya, sih, sudah selesai sejak 1997, namun Belanda masih terus  meninggikan bendungan, karena naiknya permukaan air laut, akibat pemanasan global. Pengerjaan Delta Works ini masih berkaitan dengan

pembangunan Afsluitdijk (baca: /af – sloet – daik), yaitu sebuah bendungan yang membentang sepanjang 32km, tebalnya 90m, dan tingginya 7,25 m dpl. Di bagian atasnya dibangun jalan yang menghubungkan Propinsi Belanda Utara dengan Friesland. Wow!

Kalau bendungan tadi sudah bikin tercengang, coba yang ini. Secara total, Delta Works terbentang sepanjang 16.500 km, dengan 300 konstruksi raksasa. Rencana awal pembangunan rangkaian bendungan ini dilakukan dengan rasio 1 dalam 125.000 tahun, artinya kemungkinan jebol adalah 1 kali dalam 125.000 tahun. Double wow!

Tidak salah, dong, kalau American Society of Civil Engineers menobatkan mega proyek ini sebagai salah satu keajaiban konstruksi di dunia modern. Tapi, berhubung perhitungan biaya pembangunannya luar biasa mahal, standar rasio ini terpaksa sedikit diturunkan. Meski begitu, sama sekali tidak mengurangi keajaiban proyek ini.

(Foto 1 (atas): Storm Surge Barrier, sumber: http://www.deltawerken.com; Foto 2 (bawah): Mega proyek Delta Works, sumber: http://www.7wonders.org)

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

2 Responses to Konstruksi Pengendali Air yang menjadi Salah satu dari 7 Keajaiban Dunia

  1. Dot says:

    Untuk masalah banjir? Fauzi Bowo,….heheh…

  2. luar biasa..
    untuk masalah bendungan belanda mmg jagonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: