Mike Tyson, ternyata Peduli hewan.


Mike Tyson

Mike Tyson

Souvenir_Mike Tyson_Malik Abdul Aziz_Tampang boleh sangar tapi hati tetap lembut. Itulah citra yang didapat dari mantan juara dunia kelas berat, Mike Tyson, saat memberikan testimoni di Oprah Winfrey Network Television Critics Association 2011 kemarin (7/1) WIB di California, AS.

Seperti diberitakan euroweb.com, dalam salah satu sesi acara tersebut, Si Leher Beton, julukan Mike Tyson, dimintai komentar secara khusus oleh stasiun televisi Animal Planet. Stasiun televisi asal Negeri Paman Sam itu menanyai Tyson tentang beberapa pengalamannya saat bersinggungan dunia hewan. “Menurut anda, adakah korelasi antara petinju kelas berat bernama Mike dengan hewan?” tanya salah satu reporter. 

“Uhm, saya akan bicara mengenai burung merpati dan segalanya tentang hewan jinak tersebut,” ucap Tyson. Mungkin bagi beberapa orang hal itu terlihat aneh. Sebenarnya pria berusia 44 tahun tersebut sedang mengiklankan program televisi terbaru yang dibintanginya.

Ya,mulai 6 Maret mendatang, wajah sangar Tyson akan menghiasi saluran televisi AS lewat acara bertajuk “Taking on Tyson”. Kabarnya, petinju kontroversial itu dikontrak untuk enam edisi. Dan edisi perdananya mengupas soal balap merpati. Mulai dari mana asalnya hingga bagaimana tradisi itu mampu bertahan.

Rupanya pengalaman menelusuri dunia balap merpati itu sangat berkesan untuk Tyson. “Saya besar dan lahir di lingkungan Brooklyn, New York. Hampir di semua gang kumuh saya pastinya menjumpai hewan liar. Mulai dari tikus, kucing, anjing, atau pun merpati,” papar Tyson.

Dan di antara hewan yang dijumpai di masa kecil, petinju yang gagal membina rumah tangga sebanyak tiga kali itu, merasa paling berkesan dengan penampilan merpati. Diantara jenis unggas lainnya, merpati memiliki banyak keunggulan. “Selain warnanya cantik, merpati juga hewan yang cepat,” ungkap Tyson.

Bahkan dalam masa terpuruk, Tyson mengaku merpati adalah salah satu inspirasinya untuk membangun hidup lebih baik. “Di New York, saya menjumpai banyak taman dan merpati. Ketika duduk di taman, saya mengamati para merpati. Merpati itu terlihat begitu bebas terbang dan tanpa beban. Dimulai dari perenungan itu, saya ingin mengubur masa lalu dan memulai masa baru,” tegas Tyson.

Namun, saat dikaitkan bahwa merpati mampu menyebabkan flu burung, bapak tujuh anak itu dengan cepat menyanggah. “Tak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa merpati menjadi sumber penyebaran virus flu burung,” kata Tyson lagi. Untuk semakin menunjukkan rasa cintanya, Tyson mengaku pernah dijepret kala mencium merpati. Wah, kalau begitu Tyson memang pencinta hewan tulen.

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: