Valentine’s Day haram !!!!


valentines-day_14 pebruari

valentines-day_14 pebruari

Souvenir_Valentines Day_haram_Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Medan Mohd Hatta, mengingatkan kembali kepada remaja Islam bahwa ikut serta dalam perayaan Valentine’s Day (VD) yang jatuh 14 Februari adalah perbuatan haram.
“VD adalah bagian dari ritual agama Nasrani, karena itu Islam secara terang-terangan melarang umatnya untuk mencampur adukkan ajaran Islam dengan ajaran agama lain, lebih-lebih yang bertentangan dengan syariat salah satunya adalah perayaan VD,” katanya, siang ini.

Menurut Hatta, VD hari raya orang Nasrani, maka tidak halal bagi seorang muslim yang telah menyatakan diri beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk ikut merayakan hari raya tersebut, atau menyetujuinya atau turut mengucapkan selamat.

Sebaliknya, wajib atasnya untuk meninggalkan dan menjauhinya dalam rangka memenuhi perintah Allah dan Rasul serta menjauhi sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan adzab Allah.

Dia juga mengingatkan larangan atau keharaman itu berlaku juga pada orang muslim yang turut membantu/berpartisipasi pada hari perayaan tersebut misalkan turut serta memberikan hadiah, kado-kado ucapan, bentuk penghargaan dan sebagainya karena hal itu sama dengan memuluskan kegiatan atau perayaan mereka.

Sebab yang dianjurkan sebagai muslim adalah saling tolong menolong atas kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertaqwa (takut)lah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya azab Allah sangat pedih.

Di tempat terpisah Pemerhati Perempuan dan Anak, Ny Halimah Hutagalung, mengatakan, budaya merayakan VD  adalah suatu upaya penyebaran kemewahan dan nafsu duniawi yang bisa merusak masa depan remaja.

Karena itu, sebaiknya remaja menghindarinya dan tidak terlibat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan berbagai pihak. Terhadap orang tua, Halimah Hutagalung berpesan agar melakukan pengawasan pada anak-anak mereka pada saat peringatan itu, atau memantau apa kegiatan mereka di hari tersebut sembari memberikan penekanan atau hukuman jika mereka turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Hukuman yang tidak menyakiti fisik tetap diperlukan untuk memastikan anak patuh pada larangan, karena hal itu dilarang agama dan dikuatirkan mereka terjebak dalam pergaulan yang menyesatkan,” ujarnya.

Perihal Dot
DOT Productions Owner, kami bergerak di bidang jasa Percetakan, Advertising, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000. Selain itu kami Juga Merintis sebuah Band Underground dengan konsep Pelestarian budaya bangsa pada khususnya Kuda Lumping. Band dengan Tittle "Debis Of ancesTor" Atau DOT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: