Cara pasang Fasilitas Chatting di wordpress


meebo_fasilitas chatting di wordpress

meebo_fasilitas chatting di wordpress

Souvenir_cara pasang_Fasilitas chatting di wordpress_ Fasilitas chatting yang bisa dibuat di wordpress adalah meebo. karena pada umumnya wordpress tidak menerima fasilitas chatting dari widget – widget yang lain, seperti misalnya shotmix, pingbox, ataupun fasilitas lainnya. namun demikian untuk yang satu ini meebo benar – benar manpu berjalan seiring dengan wordpress meskipun pengguna wordpress harus memilih beberapa thema yang mendukung aplikasinya.

Sebagaimana diketahui, bahwa untuk memasang fasilitas chatting di wordpress pada umumnya kita diharuskan memiliki domain sendiri alias wordpress premium dan hal itu tentunya sangat memberatkan buat mereka yang masih dalam tahap belajar atau bahkan sekedar iseng – iseng saja. Untuk itu pula saya mencoba memberitahu buat yang belum tahu dan mengingatkan yang (barang kali saja) sudah lupa.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pertanyaan mengenai Cara pasang Fasilitas Chatting di wordpress ini, banyak dari teman – teman blogger wordpress (terutama pemula) yang kesulitan mencari fasilitas ini dan bahkan banyak pula dari teman – teman yang kecewa dengan berbagai arahan dari bebrapa tips sesama blogger yang sebenarnya belum di praktekan, entah asal kasih tips atau mungkin asal copas, setelah melakukan langkah – langkah sebagaimana dalam tips tersebut masih juga gagal, kasian bukan? untuk itu pula semoga sedikit pengetahuan Cara pasang Fasilitas Chatting di wordpress bisa memberikan pencerahan yang berarti meski bagi bagi para blogger senior mungkin pengetahuan ini hanya seukuran kuku hitamnya saja. semoga saja niat baik ini dapat diterima dengan baik pula.

OK, untuk lebih jelasnya, tanpa banyak bicara lagi saya akan coba berikan langkah – langkah Cara pasang Fasilitas Chatting di wordpress, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini, KONSENTRASI,…(hehehe,…) :

  1. Sebelumnya kita harus mempunyai account di meebo
    masuk ke bagian design
  2. Klik di bagian widget
  3. Klik add untuk widget “meebo
  4. Supaya widget ini bekerja anda harus mengopy kode HTML dan   mem-paste nya di space yang telah disediakan
  5. Dapatkan kode HTML tersebut disini
  6. Sekarang ikuti saja langkah-langkah di situs itu…
  7. Dapatkan kode HTML dan silahkan paste di space yang telah disediakan.

Nah selamat mencoba, semoga tips Cara pasang Fasilitas Chatting di wordpress berhasil,…Malu bertanya sesak nafas,….hehehe,…

Membuat Denah Lokasi Undangan


cara membuat denah lokasi Undangan

cara membuat denah lokasi Undangan

Souvenir_Membuat Denah Lokasi Undangan_Di dalam atau bersama undangan pernikahan, biasanya orang menyertakan denah lokasi yang menunjukkan dimana acara resepsi atau pernikahan itu diselenggarakan. Pembuatan denah lokasi ini biasanya ditujukan agar orang yang diundang (terundang) yang belum tahu lokasi tempat resepsi dapat menemukannya dengan lebih mudah. Mungkin orang tsb adalah teman yang tinggal di luar kota, atau mungkin juga karena tempat resepsi berada di lokasi yang tidak begitu luas dikenal orang.

Untuk itu ada tips-tips yang mungkin bisa digunakan dalam pembuatan peta/denah lokasi, yaitu :

  • Usahakan agar denah lokasi tersebut tidak terlalu “berbelit”; simple namun tetap dapat memberikan acuan yang jelas kepada orang yang membacanya. Tidak semua jalan, gang atau belokan harus kita gambarkan dalam peta, cukup jalan/gang/belokan yang benar-benar penting dalam memberikan arah menuju ke lokasi.
  • Berikan panduan dari arah mana lokasi paling mudah dapat ditempuh. Misalnya orang bisa keluar dari suatu pintu tol tertentu, kemudian jalan apa atau berbelok kemana setelah keluar dari pintu tol tersebut.
  • Tampilkan bangunan (gedung, mall, stasiun kereta, rumah sakit, polres, polsek, pabrik, dll) yang mudah dilihat dan dikenal orang yang dapat dijadikan acuan menuju ke lokasi. Tidak perlu semua bangunan dicantumkan, tetapi hanya yang benar-benar mengarah ke lokasi dan kira-kira jika seseorang bertanya tentang bangunan/tempat tersebut semua (sebagian besar) orang tahu dan bisa memberikan jawaban. Misalnya jalan menuju lokasi ada mall “Giant”, gambarkan posisi mall tersebut sebagai panduan. Kalau perlu berikan perkiraan jarak dari mall ke lokasi resepsi.
  • Gunakan lambang-lambang yang tepat untuk menggambarkan gedung atau tempat tertentu yang dijadikan acuan arah. Misalnya untuk menunjukkan stasiun kereta/bus, gunakan gambar kereta api/bus; gambar palang merah untuk rumah sakit/klinik, rumah-rumah untuk perumahan, dsb. Ini akan sangat membantu dalam pembacaan denah yang kita buat.
  • Berikan petunjuk khusus pada lokasi resepsi, yang begitu orang membaca denah langsung bisa melihat petunjuk tersebut. Berikan pula nama si empunya hajat dan alamat lokasi pada denah agar jika si pembaca denah ingin bertanya kepada orang lain tidak perlu lagi membuka-buka lembaran undangan lainnya.
  • Tidak semua terundang akan datang ke lokasi dengan kendaraan pribadi, sebagian mungkin akan menggunakan angkutan umum. Berikan pula panduan (dalam kotak informasi tersendiri) pada denah rute angkutan umum apa yang bisa diambil untuk menuju ke lokasi. Misalnya :
    • dari terminal A bisa menggunakan angkot kode “K1″, turun di depan RS Anu lalu naik ojek ke lokasi.
    • dari arah B bisa menggunakan bus jurusan “New York – Kampung Rambutan” turun di depan Polsek Anu lalu jalan kaki ke lokasi; dsb.
  • Berikan pula arah mata angin secara tepat, agar si pembaca denah bisa lebih tahu ke arah mana dia mesti menuju.

Solusi Masalah Cetak Sablon.


Solusi cetak sablon

Solusi cetak sablon

Souvenir_Solusi Masalah Cetak Sablon_Dalam pencetakan sablon (terutama untuk kain), ada beberapa masalah yang umum atau sering dijumpai. Keseringan masalah itu adalah ketidak sesuaian antara sample yang sudah di approve oleh customer dengan hasil produksi yang dihasilkan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah :

  1. Perbedaan Warna Hasil Produksi Dengan SampleSalah warna adalah persoalan yang paling sering ditemui terhadap hasil pencetakan dengan sistem sablon. Salah warna yang dimaksud di sini adalah warna tidak sesuai (berbeda) dengan warna pesanan atau warna yang dikehendaki.

    Salah warna bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih kode warna, merek tinta ataupun kesalahan dalam pencampuran warna ( untuk warna turunan ). Dalam beberapa kasus, kesalahan warna bisa juga diakibatkan oleh penggunaan tinta yang telah “kadaluarsa” atau telah disimpan dalam waktu lama yang berakibat terjadinya degradasi warna (misal untuk tinta pigmen).

    Biasanya kesalahan ini berupa warna yang telah disetujui oleh pemesan berdasarkan sample yang kita kirim berbeda dengan hasil cetakan yang kita produksi. Dalam hal ini pihak pemesan mungkin saja menolak produksi kita (reject).

    Mungkin untuk beberapa customer perbedaan warna yang tidak terlalu mencolok masih bisa ditolerir. Tetapi, untuk costomer yang sangat detail dalam melakukan quality control hal ini bisa menjadi alasan untuk me-reject hasil produksi kita.

    Untuk mencegah terjadinya hal ini, yang harus kita perhatikan adalah :

    • Gunakan tinta dengan kode warna dan merk yang sama dengan yang kita gunakan dalam pembuatan sample;
    • Jika menggunakan tinta hasil pencampuran beberapa warna dalam pembuatan sample, hitung dan catat setiap perbandingan, termasuk penggunaan bahan pengencer dengan teliti. Jangan terlalu percaya pada feeling dan penglihatan.
    • Kalau perlu buat semacam buku panduan untuk menghasilkan suatu warna turunan tertentu, berupa tabel komposisi warna dan warna akhir yang dihasilkan (color swatches) untuk tiap jenis tinta. Perbandingan komposisi warna yang sama bisa menghasilkan warna akhir yang berbeda jika diterapkan pada jenis tinta yang berbeda. Jenis dan warna dasar kain pun bisa mempengaruhi warna hasil cetakan.
    • Cara kita melakukan pencetakan juga bisa berpengaruh terhadap warna akhir hasil cetakan. Misalnya, dengan menggunakan tinta yang sama, hasil cetakan 3 x tarik dengan hasil cetakan 5 x tarikan dapat menghasilkan penampilan warna yang berbeda. Untuk beberapa kasus, cara kita mengeringkan cetakan juga bisa berpengaruh terhadap penampilan warna hasil cetakan. Karena itu, pada proses pembuatan sample, selalu perhatikan dan catat setiap detail langkah yang kita lakukan untuk menghasilkan suatu cetakan.
    • Usahakan untuk selalu menggunakan bahan yang sama dengan warna dasar yang sama dalam pembuatan sample dengan bahan dan warna dasar yang akan digunakan pada proses produksi. Ini juga seringkali berpengaruh terhadap tampilan akhir warna.
  2. Salah urutan/penempatan warnaBiasanya terjadi jika kita tidak memberikan panduan (catatan) terhadap urutan cetak terhadap cetakan yang menggunakan banyak warna. Ini bisa berupa kasus seperti nomor 1 ataupun misal munculnya warna yang tidak dikehendaki pada hasil cetakan.

    Contoh: adanya warna ke tiga pada cetakan suatu hurup dengan outline pada bagian luarnya. Jika urutan pencetakan warnanya tertukar (warna lebih “kuat” dicetak lebih dulu, sedangkan warna lebih “lemah” yang menumpang diatasnya dicetak belakangan) bisa menghasilkan warna ke tiga berupa bayangan outline, karena warna di bawahnya “naik”.

    Sekali lagi, selalu catat setiap detail dalam pembuatan sample termasuk urutan langkah cetak, dan pastikan langkah tersebut dilaksanakan dalam proses produksi.

  3. Luntur / warna berubahYang dimaksud luntur di sini adalah hasil cetakan hilang (sebagian atau seluruhnya), warna yang berubah setelah beberapa waktu atau setelah dilakukan washing (pencucian). Hal ini bisa diakibatkan oleh :
    • kualitas tinta yang kita gunakan jelek.Kesalahan komposisi antara bahan dasar, pewarna dan pelarut yang digunakan.
    • Kesalahan dalam proses pengeringan yang tidak tepat (suhu dan lamanya waktu pengeringan)
    • Ketidaksesuaian jenis bahan dengan tinta yang digunakan.
  4. RontokMungkin ini istilah lain dari luntur, tetapi lebih khusus pada cetakan tebal atau cetakan timbul. Pada kasus ini, hasil cetakan bisa jadi “copot” dari kain, retak-retak kemudian bisa rontok. Penyebabnya sama seperti untuk kasus luntur.
  5. Salah PosisiPenempatan cetakan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Bisa jadi salah tempat (misalnya harusnya di dada kiri ditempatkan di dada kanan, dst) atau cetakan yang terbalik (atas-bawah; kiri – kanan). Ini terjadi karena :
    • Salah pembuatan/pengaturan penempatan screen.
    • Salah dalam pembuatan film
    • Kesalahan dalam penempatan gambar pada patron/marka.
  6. Mis RegisterIni juga merupakan yang paling sering terjadi dalam proses sablon. Jika cetakan terdiri atas lebih dari satu warna, seringkali terjadi hasil cetakan yang “berbayang”, “bolong (ada area kosong yang seharusnya tidak ada)”. Ini bisa terjadi karena :
    • Kesalahan dalam pembuatan screen, terutama penempatan posisi film yang tidak “pas”.
    • Pengaturan penempatan posisi screen pada meja yang kurang tepat;
    • Terjadinya pergeseran posisi screen pada saat pencetakan (screen “goyang”).
    • Knok (pembatas posisi dan pergerakan screen) yang goyah, sempal, atau mengalami pergeseran selama proses pencetakan.
    • Cara mencetak, terutama penarikan rakel di atas screen dan pengangkatan screen dari atas cetakan, yang kurang baik.
  7. Screen mampetScreen yang mampet merupakan salah satu masalah yang juga sering dijumpai. Ketika screen mampet, baik pada keseluruhan gambar atau pada sebagian gambar, tentu akan mengganggu kelancaran produksi disamping juga bisa berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan.

    Jika mampetnya screen tidak terjadi terlalu sering atau dalam jarak waktu yang agak lama, ini merupakan hal yang wajar. Tapi jika mampetnya screen terlalu cepat terjadi dan sangat mengganggu produksi, tentu ini menjadi masalah.

    Screen menjadi sangat mudah mampet (atau mungkin mampet sejak awal) bisa disebabkan :

    • Ketidak sesuaian ukuran mesh screen dengan jenis tinta yang digunakan. Misal, jika menggunakan tinta rubber dan mesh yang digunakan adalah diatas 120, bisa mengakibatkan screen sering mampet atau malah mampet sejak awal.
    • Tinta yang digunakan terlalu cepat kering. Ini bisa disebabkan kualitas tinta ataupun penggunaan pengencer yang terlalu cepat kering.
    • Kesalahan film bisa juga mengakibatkan screen jadi sering mampet. Misalnya film garis yang terlalu tipis atau, kalau itu film raster, rasternya terlalu halus untuk ukuran mesh screen dan jenis tinta yang digunakan.

Itulah beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses pencetakan dengan sistem sablon. Mungkin ada beberapa lagi masalah yang dapat terjadi, namun saya rasa hal-hal itulah yang paling umum ditemui.

Cara Membuat Film untuk Sablon


 

Film Sablon

Film Sablon

Souvenir_Cara Membuat Film Untuk Sablon_Sebelum kita membahas bagaimana mengatur film untuk sablon dan untuk offset, terlebih dahulu kita mendifinisikan apa itu film untuk offset dan sablon. Pengertian film: adalah suatu lembar transparan (plastik atau kertas kalkir) yang berisikan gambar hasil print out dari komputer ataupun gambar tangan, yang nantinya gambar tersebut akan kita transfer ke media berikutnya dalam urutan proses cetak (misalnya screen atau plat). Nah, untuk teknik cetak offset, gambar yang telah kita buat tinggal kita simpan dalam media penyimpanan data baik itu disket, cd atau flash disk, kemudian kita bawa ke penyedia jasa output film. Penyedia jasa output film inilah nantinya yang akan melakukan output gambar yang kita buat tadi menjadi film yang siap untuk proses pembuatan plat atau master.
Tergantung dari pewarnaan gambar yang kita buat, film yang dihasilkan merupakan hasil pemisahan warna per warna (separasi) yang secara otomatis dilakukan oleh peralatan (mesin) output film. Tanda-tanda register, color calibration bardll, semua diatur oleh mesin/peralatan output. Kecuali untuk cetakan satu warna dengan mesin offset kecil dan menggunakan master (basah atau kering), film bisa berupa hasil print out printer laser diatas kertas.
Sedangkan untuk film sablon, lebih sering kita harus melakukan pemisahan warna per warna terlebih dulu, memberi tanda register yang sama persis untuk setiap warna yang kita pisahkan sebelum gambar kita output menjadi film. Kita tidak mesti harus membawa ke penyedia jasa output film. Kita bisa output sendiri film tersebut dengan printer yang dapat mencetak di atas lembar transparan dan memiliki ketajaman yang tinggi (printer laser). Perbedaan utama antara film sablon dan film offset dapat kita sebutkan diantaranya adalah : 1. Tanda register yang untuk sablon biasanya harus kita buat sendiri, terutama untuk gambar dengan dua warna atau lebih. 2. Besarnya masukan (overprint) antara warna satu dan warna lainnya. 3. Teknik pemisahan warna untuk warna gradasi. 4. Nilai raster (lpi) untuk gambar-gambar dengan gradasi warna ataupun separasi. Ada baiknya kita pelajari satu per satu. 1. Tanda register Misalkan kita memiliki gambar logo sebuah hotel yang terdiri atas tiga warna seperti di bawah ini: Sebelum kita melakukan pemisahan warna gambar tersebut, kita mesti memberikan tanda register. Biasanya berupa garis tipis saling silang atau dengan tambahan lingkaran di tengahnya. Tujuannya adalah untuk memudahkan penyocokan gambar warna per warna bila sudah berbentuk film, serta untuk pengaturan posisi film di atas screen agar lebih mudah dan lebih tepat. Untuk proses sablon, pencetakan dilakukan secara manual (dengan tangan). Penempatan screen di atas meja sangat menentukan ketepatan gambar hasil cetakan. Pengaturan posisi gambar di atas screen juga menentukan pengaturan screen di atas meja. Penempatan posisi gambar di atas screen yang tidak sama antara warna satu dengan warna lainnya akan menyulitkan operator cetak, bahkan dapat membuat hasil cetakan yang tidak pas (berbayang, tidak “pasti”). Gambar di atas terdiri dari tiga warna, yaitu kuning, orange dan biru. Setelah kita pisahkan warna per warna, maka kita akan memiliki tiga gambar seperti berikut: Gambar yang lebih di atas merupakan hasil pemisahan dari tiga warna gambar, yaitu kuning (gambar bintang), orange (dasar dan tulisan “five star hotel”) serta biru (logo tengah). Untuk menjadi film, semua gambar harus berwarna hitam. Sehingga gambar-gambar tersebut akan menjadi seperti gambar yang berada di barisan bawah. Perhatikan bahwa tiap gambar dengan tanda register merupakan kumpulan objek-objek dengan warna yang sama. Apabila di atas warna tersebut terdapat warna lain (di atas dasar orange ada bintang dengan warna kuning), maka warna lainnya di buat menjadi putih. Langkahnya adalah pertama kita melakukan duplikasi gambar besertat tanda registernya sesuai dengan jumlah warna dalam gambar tersebut. Misalnya gambar memiliki tiga warna, maka setidaknya kita melakukan duplikasi menjadi tiga gambar yang sama. Kemudian pada setiap gambar kita hanya mengambil objek-objek dengan warna yang sama saja. Objek dengan warna lain kita hapus atau kita beri warna putih seperti pada contoh di atas tadi. 2. Besarnya Masukan (Overprint) Pencetakan dengan sablon adalah pencetakan manual dengan menggunakan screen. Namanya juga pencetakan manual, pastilah memiliki tingkat ketelitian dan ketepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan mesin. Karena itu, penempatan warna satu dengan warna lainnya tidak bisa setepat dengan menggunakan mesin. Ambil contoh gambar kita tadi. Dengan teknik sablon, gambar tadi akan mengalami tiga kali proses cetak: yaitu pertama dicetak warna kuning (gambar bintang), kemudian warna orange (tulisan dan dasar), lalu terakhir warna biru (logo). Urutan cetak dimulai dengan warna yang paling muda, diikuti oleh warna yang lebih tua dst. Karena memiliki tingkat ketepatan yang lebih rendah dari pencetakan dengan mesin, hasil cetakan dengan sablon lebih sering mengalami apa yang disebut dengan misregister atau warna meleset (lihat gambar di bawah). Untuk mengatasi hal tersebut, film untuk sablon biasanya diberi nilai overprint (biasa disebut dengan istilah “masukan”) yang lebih besar. Tergantung dengan besarnya gambar, nilai tersebut tidak boleh lebih kecil dari 0,2 mm. Jika kita memberikan nilai yang terlalu kecil, maka akan terjadi misregister atau warna meleset pada saat pencetakan. Sebaliknya, nilai masukan yang terlalu besar juga akan menghasilkan cetakan yang seperti memiliki warna lain di luar warna yang kita gunakan. Pengaturan pemberian masukan untuk film sablon adalah: untuk gambar dengan warna yang lebih muda, gambar tersebut kita perbesar sedikit dengan perintah contour (+ 0,2 mm) ataukah dengan memberikan outline (+0,4 mm). Jadi untuk contoh gambar kita, gambar setiap bintang kita perbesar dengan contour ke arah luar sebesar 0,2mm atau dengan memberikannya outline sebesar 0,4 mm. Sedangkan untuk warna yang lebih tua kita buat tetap seperti adanya. 3. Pemisahan Warna Untuk Warna Gradasi Film gradasi warna untuk sablon biasanya terdiri atas warna blok dan warna gradasi dengan titik awal warna putih. Misalnya kita punya gambar dua warna gradasi dari kuning ke merah. Film untuk sablon yang kita buat akan terdiri dari satu film blok (mewakili warna kuning) dan satu film yang merupakan hasil penukaran warna merah dengan hitam dan kuning dengan putih.( lihat gambar). Warna kuning kita buat menjadi satu warna blok (full hitam), karena kuning lebih “muda” dari merah. 4. Nilai Raster (Untuk Gradasi Warna atau Separasi) Screen yang digunakan dalam teknik cetak sablon memiliki ukuran-ukuran yang menunjukkan tingkat kerapatan mesh yang digunakan. Ini dapat digunakan untuk menunjukkan seberapa besar “lubang-lubang” yang dapat ditembus oleh tinta sablon. Makin besar angka mesh screen, makin kecil lubang-lubang itu. Begitu sebaliknya. Perbedaan jenis tinta yang kita gunakan dalam pencetakan akan menentukan nilai mesh screen yang kita pakai. Untuk jenis tinta plastisol atau oil ink misalnya, kita bisa menggunakan screen dengan nilai mesh 130 – 150. Tetapi nilai mesh tersebut tidak bisa kita pakai untuk jenis tinta rubber atau glitter. Tintanya tidak akan tembus. Untuk jenis rubber biasanya digunakan screen dengan mesh 110 atau kurang. Sebelum kita membuat film untuk warna gradasi atau separasi, sebaiknya kita mengetahui dulu jenis tinta apa yang akan digunakan dalam mencetak. Ini nanti untuk menentukan seberapa besar nilai LPI yang kita tetapkan pada saat output film. Untuk film sablon, nilai LPI yang digunakan biasanya tidak akan lebih besar dari 60. Itu bisa digunakan untuk jenis tinta water base (pigmen), oil ink, ataupun plastisol. Sedangkan untuk jenis tinta rubber, nilainya harus lebih rendah dari itu. Biasanya maksimum digunakan 50 lpi, lebih sering digunakan nilai 30 – 35 lpi.

Tentang_Teknik Cetak Sablon


 

teknik-sablon-kaos

teknik-sablon-kaos

 

Souvenir_Tentang Cetak Sablon adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasarNylon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.

Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.

Untuk memprjelas proses sablon yang perlu anda ketahui, silahkan klik saja link berikut ini.Disini

%d blogger menyukai ini: